Wednesday, January 05, 2005
stuck at the end of the road
Bismillah...Assalamu'alaikum smuanya.... Enaknya ngapain yak klo ngga ada kuliah? Kali saya aja, ya, yg ngga bisa ngisi wkt. Kmrn aja all day long di kooooooooooooooost mulu. Tapi emang ada aja seh yg dikerjain. Mulai dr baca2 bwt nambah kutipan di Chapter 2 (alhamdulillah dah mulai chapter 2 ^_^). And there's one thing I really like when I am in the kost. Setiap masup waktu shalat, qta bisa langsung shalat, berjamaah pula. Ampe qomat di masjid seb lah aja kalah ma qta heuheuheu :) Semoga bisa istiqomah di jalan ini. Aamiin... Ya Rabb...saya titpkan doa untuk sodara2 di Aceh agar dpt segera membangun kembali Serambi Mekah ini. Setiap nonton berita, ada aja yg bikin hati tambah miris. Mulai dr seorang relawan yg tega ngambil duit hasil penggalangan (satu jeti bo!) ampe adanya penggalangan fiktif. Indonesia..Indonesia...ngga malu apa ma negara laen, bahkan mrk aja bukan saudara seiman. NB: I haven't write my resolution 4 this year. Yeah...walo tiap taon, setelah dimutabaah ternyata bnyk yg ngga kesampean seh :( Kenapa belon nulis juga? Karena gagasan2nya tertinggal di 2004, ngga mo ngikut ke 2005 (terinspirasi dr someone's blog)
Monday, January 03, 2005
selaksa rasa untuk Aceh
Bismillah...Assalamu'alaikum smua Hari Ahad, 26 Desember 2004. Saya sedang bersama seorang sepupu, mengantarnya membeli sesuatu untuk tante yg sdg mengadakan walimatussafar. Saya--bersama dgn sodara2 yg laen--menikmati hajatan hari itu. Kami makan, mengobrol bahkan tertawa bersama2. Tetapi...ternyata...di hari yang sama, saudara2 si Aceh tengah merasakan kekuasaan Allah SWT. Terjadi gempa bumi tektonik dan gelombang tsunami yang hingga saat ini tercatat telah merenggut lebih dari seratus ribu korban. Ya Allah...berilah kami kesabaran menghadapi bencana ini. Ya Rabb...jangan Kau tinggalkan kami. Ya Rabb...berilah kami keringanan dlm menjalani ujian ini. Sesuatu yg menyesakkan dada selalu terasa saat melihat berita yg terus di-up date dari Metro TV. Saya berharap pemerintah segera menangani bencana ini. Tapi apa lacur....hingga beberapa hari setelah kejadian itu, mayat2 masih banyak yg bergelimpangan. Saya mengira, "O...inilah Indonesia. Tidak sigap membantu saudara2 sendiri. Pantas selama ini kita adem ayem aja melihat kebrutalan Israel thdp Palestin." Benar2 tidak bisa disangka. Alhamdulillah...semua ingin turut membantu. Mulasi dari anak SD di Jakarta yg mengantarkan sendiri barang bantuan--ditemani para guru--ke posko di Metro TV hingga artis2 yg berduyun2 pergi ke Aceh. Selain itu, artis2 juga menggalang dana untuk Aceh. Saya sempet agak su'sudzhon juga sih pas liat di tipi komentar Anwar Fuady. Dia bilang, "Baru sekarang ini...artis2 turun ke jalan meminta sumbangan di pinggir jalan." Kesannya koq malah angkuh gitu, tapi semoga prasangka ini tidak benar. Semakin hari...saya benar2 melihat bahwa sebagian dari orang2 yg berkuasa *baca:pemerintah* itu bener2 lelet. Tumpukan barang telah memenuhi gudang di bandara, tapi koq ya ngga bisa gitu memfokuskan diri sehingga penerbangan2 yg ga perlu di-cancel aja, untuk dialihkan ke Aceh sbg tujuannya. Sekarang...saya merasa lebih miris lagi. Ternyata hanya segitu aja ya pemerintah. Baca deh dgn lengkap laporan dari relawan yg sdg di Aceh. Klik disini Ya Allah...ampuni hamba yg mungkin lebih lambat dlm memberikan bantuan dibanding mereka. Semoga Engkau mendengar do'a2 yg dipanjatkan kami.
Friday, December 31, 2004
.:bencana ini bencana kita:.
Bismillah....Assalamu'alaikum smuanya...!!! Hmm...tahun 2004 akan segera berakhir hanya dalam hitungan jam. Esok, mentari yang sama akan bersinar tapi dengan hitungan tahun yang baru. Usia bumi bertambah walaupun hakikatnya malah kita semakin mendekati akhir kehidupan. Bukan suatu kebetulan jika musibah gempa tektonik dan gelombang tsunami terjadi di akhir tahun. Bukan pula suatu ketidakadilan jika yang menjadi korban terbanyak adalah saudara2 kita di Aceh, yang menurut pandangan manusiawi kita, telah lama merasakan penderitaan berkepanjangan. Ini semua adalah skenario Yang Maha Kuasa. Mungkin terdengar klise jika kita meminta mereka yang menjadi korban untuk bersabar dan tabah menerima musibah ini. Tapi, memang hanya itu yang bisa dilakukan. Apalah daya umat manusia di hadapan Penciptanya? Berpuluh ribu nyawa manusia melayang, mayat bergelimpangan di sepanjang ruas jalan dan di sela2 sampah hasil sapuan badai. Bangunan roboh dan infrastuktur banyak yang hancur. Ngeri kita melihatnya, tapi....Tuhan tinggal menjentikkan jari untuk membuat semua itu terjadi. Kun fayakun...jadi maka jadilah... Tinggal kita disini, seharusnya merenungi diri. Apa yang salah pada diri kita? Apa yang telah kita lakukan hingga membuat Tuhan begitu marah? Mungkin Tuhan sudah bosan melihat tingkah kita, kalau boleh meminjam lirik Ebiet G. Ade. Kita menyadari kondisi masyarakat kita yang mungkin agak sedikit lupa dengan amanah yg ditujukan saat penciptaan manusia. Menjadi 'abid dan khalifah adalah dua tugas kita. Tapi ternyata kita tak cukup cerdas melakukan tugas tersebut. Masih ada hawa nafsu yg kerap kita ikuti.
Masih ada sifat wahn--cinta dunia dan takut mati--yang kadang menghiasi diri.
Masih ada keinginan menguasai kekayaan alam untuk dinikmati sendiri.
Semua maksiat dan kesalahan itu semakin menjelaskan kesalahan yang tak berujung.
Ya Ghafar...Ya Allah Yang Maha Pengampun...beri kami kesempatan untuk memperbaiki diri. Jika bukan kepada-Mu....pada siapa lagi kami harus bersimpuh? Ya Allah...Ya Rabbi...sungguh semua kesalahan yang telah kami perbuat bukanlah untuk membangkang-Mu, bukan untuk menantang-Mu. Kami hanya tak pandai menguasai diri. Sungguh, kami ingin dunia ini hanya ada di tangan kami, bukan di hati kami. Seperti do'a yang dilantunkan Ali bin Abi Thalib r.a. Duka ini bukan hanya milik rakyat Aceh. Ini telah menjadi bencana nasional. Indonesia menangis. Indonesia berduka. Indonesia berkabung. Karenanya, usaha mengintrospeksi diri harus menjadi agenda setiap kita. Kita menyadari setiap peringatan Allah untuk suatu kaum, sejatinya adalah peringatan-Nya juga untuk seluruh umat manusia. Toh hikmah di balik duka ini bisa dirasakan. Adalah Malaysia yang melarang pesta tahun baru besar2an. Dengan korban tewas yang "hanya" puluhan orang telah menghentak kesadaran pemerintah Malaysia. Kita...dengan korban terbesar, masihkah harus angkuh? Adalah Hotel Santika yang membatalkan acara tahun barunya, bahkan mengalihkan seluruh dana untuk diberikan pada korban bencana gempa dan tsunami ini. Sayangnya, pemerintah kurang menekankan hal ini sehingga ini tidak menjadi gerakan yang menasional. Masih terlihat panggung di lapangan Gasibu, walau saya belum tau itu ditujukan untuk apa. Semoga untuk penggalangan dana. Masih ada program acara televisi yang sifatnya hiburan dalam menanti tahun 2005. Hmm...tahun 2005 akan segera kita awali hanya dalam hitungan jam. Ada harapan disana...Ada optimisme yang harus kita bangun disana...Ada Rahmah dan Rahim-Nya yang senantiasa menaungi kita disana. Semoga kiamat sughra yang Allah tunjukkan pada kita mampu menghidupkan kembali hati yang mungkin telah mati. Mampu menerangi kembali hati yang mungkin telah gelap.
Mari kita songsong 2005 dengan semangat baru mengarungi hidup....
Mari kita jelang cahaya ufuk di pagi hari dengan nilai baru di hati kita...
Bahwa dunia bukan segalanya. Bahwa penguasaan diri mutlak diperlukan dalam menjalani amanah hidup. Bahwa hawa nafsu, sifat wahn dan sifat "setan" lainnya dapat kita kalahkan dengan kembali mengingat-Nya.....dengan kembali mendekat pada-Nya....
Friday, December 17, 2004
saat harus menghilangkan
Lemahlah yang ingin berhenti di jalan dakwah......Resahlah yang tidak ada keikhlasan di hatinya Tapi tidak padaku....Aku telah menjual hidupku untuk Islam...dengan balasan Jannah dari Rabb-ku...Juga jalani hidup dengan rasa tentram Pergi..pergilah..rasa malas itu...Tak pantas kau bercokol di hatiku...Kan kuusir kau jauh-jauh...Dengan ibadah dan do'a sambil bersimpuh...Memohon ampunan dan keikhlasan
ketika sakit masih harus dirasa
Bismillah...Assalamu'alaikum to you all... Pha khabar niy? Moga baek2 aja, en doain saya ya spy bisa sabar menerima flu yg mampir. ^_* Hiks...hiks...T_T percaya deh, ini bukanlah tangisan bombay LOL, tapi emang mata ini sering mengeluarkan airmata beberapa hari terakhir (plus hidung yg berair yiks..). Mungkin emang bener yak, si virus influenza mulai berdatangan. Setelah sukses dgn panas dalamnya, giliran flu yg harus dilalui plus demam. Udah ah, saya bukannya mau obral penyakit, cuma mau berbagi betapa qta harus amat sangat bersyukur saat Allah memberi qta nikmat sehat. Minggu2 terakhir ini, saya dapet berita ttg pernikahan (uhuk..uhuk..) Ada bbrp senior di kampus yg dah nikah (en mau..doain ya). Selain senior, ada jg lho adik tingkat! *So what? Emang nape? Ngga boleh?* Ya..bukannya gitu, tapi saya kan ngga mau jadi GOLKAR (golongan karunghal ^_^) Akhirnya bulan sabitnya jadi purnama juga (ngutip dari novel) Fase terbaru dari kehidupan harus dijalani. Mungkin masih ada harapan, masih ada ujian dan cobaan yg akan menhadang. Tak lupa, masih buanyaaaaaak banged sarana2 untuk berbuat lebih demi kepentingan Islam sambil tak lupa menabung pahala untuk bekal di second life nanti. Tapi...gimana jika fase yg harus dijalani itu tidak memberikan kesempatan lebih kpd qta untuk beramal? Namanya, qta akan menghadapi fase kematian. Betapa kematian benar2 selalu mengintai qta tanpa qta sadari kapan ia menjemput. Innalillahi wa inna Ilaihi rooji'uun. Berita ttg kematian pertama datang dari televisi, krn memang ia org terkenal. Yaitu, Harry Roesli. Padahal, berasa baru kmrn ia memberikan komentar2nya di AFI (ups...jarang nonton koq ^_*) Padahal, masih berasa baru kmrn ia dgn anak2 jalanannya berjuang. Padahal... Tapi, itulah maut yg datang tanpa diundang, pulang tak dintar. MAlah qta yg diantar menuju gerbang kehidupan kekal nan abadi. Berita kematian selanjutnya datang dari seorang teman. Ia mengabarkan bahwa Bu Nunung, guru pamong kami di SMA 2 Bandung telah meninggal. Ya Allah, padahal kami belum sempat menengok beliau krn sakitnya. Padahal, beliau telah meminta kami untuk bertemu dan membicarakan mengenai ujian PPL Januari nanti. Padahal kami masih ingin mendengar petuahnya ttg proses menjadi guru. Tetapi, Allah berkehendak lain, kami belum diizinkan bertemu. Kabarnya, beliau harus ke sekolah, mengawa ujian dan terjatuh. Wallahu a'lam. Banyak cara menuju mati, yg harus diyakini bahwa kematian bukanlah salah manusia di sekitarnya. Ia memang datang jika sudah waktunya. Terakhir, berita meninggal datang dari Sukabumi, kota asal salah seorang teman di satu aktivitas. Dia menuliskan banyak kenangan baik ttg beliau. Ya...beliau adalah seorang ustadz dari Surade. Beliau bukanlah orang terkenal, tapi ribuan orang memadati pemakamannya. Lalu..dengan sakit yg saya rasa, adakah kesadaran ttg kematian mencuat? Adakah persiapan yg telah banyak dilakukan jika ia datang menjemput? Apakah kematian saya begitu berkahir baik hingga orang2 menangis? Bukan...bukan keinginan saya ditangisi, tetapi apakah saya telah cukup berarti bagi orang2 yg ditinggalkan? Jawabnya...persiapkan sedari dini!!!!!
Thursday, December 16, 2004
saat sakit mendera
Bismillah...Assalamu'alaikum smuanya... Bener dech, qta ngga (kurang) bisa mensyukuri nikmat sehat sebelum Allah kasih qta sakit. Kayak saya nih. Sudah bbrp hari terakhir ini lagi ngga enak badan. Awalnya sariawan (yg sering banged saya dapatin), terus dpt panas dalam yg agak parah (klo sariawan pasangannya ma panas dalam, kan?). Dua hari lalu masih bisa keluar, masih ta'ziyah ke guru pamong (yg ditunjuk UPI) yg meninggal (smoga Allah menerima amal ibadahnya), masih ngawas anak2 SMP terbuka ujian, tapi kmrn...wuish...bener2 di rumah terus. Hari ini aja msh agak pusing, tapi maksain keluar bwt nganter bahan laporan PPL plus liat2 blog (rindu jg neh^_^) Guys...ternyata nikmat sehat yg Allah beri bener2 hrs qta syukuri. Klo sakit tuh ya..bawaannya pengen tiduuuuur aja. Semua tugas jd ga beres. Hiks..hiks... T_T...jd pengen pulang (apa coba hubungannya?) Pengen bimbingan proposal aja jd ga bisa, janji ketemu ama orang (masa ketemu ama selaen orang?) juga musti dibatalin. Pokoknya...ga enak deh. Makanya jangan pada sakit, yak! He..he.. becanda deng, kalo Allah emang nguji qta ama sakit, ya...harus diterima. InsyaAllah klo qta sabar, itu bisa menggugurkan dosa2 qta. Nah, ntu dia yg saya coba lakukan. Sabar... (kadang suka ada sih keluhan2 kecil yg terlontar, smoga tidak mengindikasikan ketidaksabaran) Do'akan cepat sembuh ya...
Sunday, December 12, 2004
saat marah, sedih dan kecewa tak bisa dibedakan
Bismillah...Assalamu'alaikum fur ol ma pren.... Dhezzig...Gubrakkk..Ugh bagaikan terkena beban berton2 *inget kartun Tom and Jerry* pas salah seorang teman di bidang garapan amanah saya di kampus bilang bahwa AlVeoli batal untuk diundang. Awalnya saya agak2 shock, soalnya saya yg hubungi mereka, so..saya jg nyang musti batalin. Tapi pertanyaan terbesar saya adalah..Why? Mengapa? Kunaon? How come? *pengen pake bahasa laen tapi ga tau :)* Usut punya usut, ternyata pas dibicarakan di rapat pengurus inti ada hal2 yg jadi pertimbangan (sampe skrg saya belum tau apakah itu, ntar musti baca bukom). Tapi secara singkat, dia bilang beberapa hal. Pertama, masalah keuangan, kita bukannya kekurangan atau AlVeoli yg kemahalan (tp emang iya seh..) moment kita hanya kurang pas aja. Soalnya, hari ini ada acara penggalanagna dana untuk Palestina, lha koq kita ngeluarin uang mudah banget cuma bwt tampilan sekita 30 menit. Kedua, masalah sisi dakwah. Tau ndiri dunks klo skrg AlVeoli tuh sapa? ntar jangan2 peserta cuma seneng ma AlVeoli-nya aja, bukan message yg mereka bawa. (istilahnya ngga nge-ruh kali...) Yeah...pokoke gitu deh...dgn berat hati aku harus batalin AlVeoli :( Walaupun sbenernya saya punya beberapa argumentasi tapi..ntar aja deh, disampaikan lewat mekanisme yg berlaku. Kalo menurut kamu gimana?
Wednesday, December 08, 2004
ketika profesional diperlukan...
Waduh....saya jadi ngerasa ngga enak neh. Bwt teh Evi dari F1 (liat posting Ali, dari COBOY ke F1), saya minta maap sebesar2nya, bukan maksud hati ngga profesional. Itu murni kesalahan saya yg suka lupa *nyari solusi spy ngga jadi pelupa*. Afwan pisan, mungkin ntar semester depan qta berjodoh, yak? InsyaAllah, qta yakin ini semua Allah SWT yg telah ngatur.
Tuesday, December 07, 2004
my last day
Bismillah...Assalamu'alaikum smua...Apa kabar dunia? Teuteup...asyik :) Kaifa haaluk? Alhamdulillah ana bil khoir Allahu Akbar!!!! This is my last day in the school..hurrayy...ups, maksudnya Alhamdulillah, akhirnya selese juga tugas PPL-ku. Sedih juga seh ninggalin anak2, cieu...Walaupun saya masih bisa ke sekolah tapi bukan dalam rangka ngajar, paling cuma piket or minta2 tanda tangan *berasa fans artis ngga seh?* Seni dari ngajar anak2 SMA adalah mereka baru menemukan masa kedewasaan mereka, so kadang2 mereka bisa jadi seseorang yg peduli atau malah sama sekali ngga peduli (dan kebanyakan model ini yg saya temui). Saya jadi teringat kata2 ust. Anis Matta di dalam majalah SAKSI, kita kan berhubungan dengan manusia (dalam segala jenis interaksi, baik itu amal dakwah kita atau yg lainnya) Nah, sudah sepatutnya qta tau2 ilmu psikologi, minimal yg paling mendasar. Bener juga, klo saya ngga tau (paling ngga sedikit) mungkin pas ngajar yg ada bawaannya BT mulu. Gimana ngga? Ada yg ngobrol, ada yg ngerjain tugas pelajaran selanjutnya, klo ada ulangan, mrk mah sibuk ngapalin. Jadinya saya ngga diwaro (baca:diperhatiin) dech. Alhamdulillah, selama ini saya ngerasa Allah SWT telah benar2 membantu. Subhanallah banged deh...
Saturday, December 04, 2004
my Royyaners
Bismillah...Assalamua'laikum semuanya..Pagi yang cerah bukan? Pagi ini, sebelum ke walimahnya K Ide saya nge-net bareng Da. Dipikir2 dah lama juga qta ngga bareng. Emang seh qta satu kost, satu rumah...tapi justru situasinya beda. Kalo dulu, saya sering banget nginep di kost-nya dia (catet: sering banget!). Sering cerita2 juga, curhat2an. Tapi pas satu kost koq malah jarang. Mungkin karena sering ketemu kali, yak? Ke bathroom ketemu, ke kitchen ketemu, ke livingroom ketemu. Bosen deh heuheuheu ;) ngga koq Da! Begitu juga ma semua Royyaners (panggilan penghuni ArRoyyan). Kadang, klo jailnya lagi kumat, qta suka peluk2an...berasa dua taon aja ngga ketemu. Padahal sih satu rumah...satu rumah gitoo lho! Saya kira satu rumah bakal bikin qta makin seru (tapi emang seru banget sih..) tapi kehidupan lewat gitu aja. As life pass us by...pagi pergi kul or rapat (kadang suka jam 6 pagi) terus malem baru pulang...(padahal seh dah diomelin jgn pulang malem) terus masuk kamar masing2 deh. Statis? Kadang iya.. Tapi...ada banyak hal yg ternyata bisa bikin hidup lebih hidup..Heuheuheu Misal nih, qta selalu sempetin shalat berjamaah, makan berjamaah ^_^ terus juga nonton berjamaah (apalagi klo yg ditonton berita ttg demo :) ) Alhamdulillah..ternyata situasi yg saya sebutin di atas bisa dieliminasi. khuwah bener2 kerasa indah klo qta emang ngejalanin tahapan2nya. Insya ALlah qta dah ta'aruf..ta'awun...takaful...yang terakhir nih..itsar..semoga qta semua bisa. Pokoke..ngga bisa dijelasin deh cerita2 ttg ArRoyyan. Malu kita ntar...banyak yg off the record ^_* Fur all Royyaners..I luv ya all 'cause of Allah...truly..madly..deeply do PS: kapan qta foto bareng?
Friday, December 03, 2004
UPI cepet lah sembuh!!!
UPI..cepet sembuh dunks..jangan lelet mulu loadingnya! Jadinya ajah saya musti ke warnet, itu kan spending money. Klo di tempat situ kan, saya bisa numpang KTM adik tingkat..heuheuheu...
yang Muda yang Berkarya
Bismillah
Assalamu'alikum Today, I'm not going to school even this is my shift. Alright, I know it isn't a good habit, but I have another things to do. This morning, I made a publication for Sunday. It's a lil' bit too late, I know..I know... Ya namanya juga mahasiwa, telat dah jadi kesukaannya. Sore ini saya baru pulang dari ngajar SMP Terbuka di Sukajadi. Unfortunately....yg datang tuh cuma seorang. Kebayang dunks! Emang seh, walau datang semua juga cuma 7 orang, tapi....sedih aja. Padahal kan mereka tuh sekolahnya gratis. Mungkin karena PR yang saya kasih, yak? Heuheuheu...masa mereka takut seh? Minggu lalu, saya ngadain UTS bwt mereka. Nilainya??? waduh..*gaya Bajuri* jangan ditanya deh. Ini yang salah teh gurunya apa siswanya? :) Yang bikin saya salut, mereka tuh nyoba ngerjain sendiri, alhamdulillah sepanjang yg saya awasi, mereka ngga ada yg tengok kiri-kanan kaya org mau nyebrang jalan ^_^ Beda banged suasananya waktu saya bantuin ngawas di tempat PPL. Aduh...itu anak2 meni ribut pisan. Ada satu anak yg nunduk terus pas saya ngedatengin mejanya. PAs saya tanya, "Kamu lagi ngapain?" Dia jawab, "Iya, Bu..ntar" Lagi nyari ilham kali...Terus saya pergi ke kelas sebelah untuk ngambil presence list, eh pas saya deketin meja dia (anak yg sama) kertasnya dah penuh ma jawaban2. Mmhh...aneh juga. Su'udzhon? I dunno lah, pengennya sih ngga, tapi situasinya bikin saya punya prasangka sih. Katanya, prasangka dan berjaga2 itu tipis bedanya, en saya baru ngalamin. Saya agak ngeri juga, klo emang semua anak Indonesia kaya gitu. Sepertinya mau enaknya aja. Sekolah cuma kewajiban, ngga ada usaha untuk bikin diri pinter, even cuma dikit. Niwei...saya yakin masih buanyaaaak banget anak2 bangsa Indonesia yg bisa dibanggakan. Contohnya...dateng ya ke acara yg bakal kita adain di UPI, temanya "Yang Muda Yang Berkarya". InsyaAllah, pengisinya Dosen dari UPI, Ust. Subki pengisi Gerebek Sahur Lativi en Gatot (lupa euy nama lengkapnya) dia tuh pemenang Remaja Berprestasi Annida taun 2002. Plus, ada nasyid dari Al Veoli, pemenang Festival Nasyid Indonesia. (Walaupun saya agak2 gimana gitu sama FNI ini, tapi mungkin ini pas bwt peserta) Eh...tapi acara ini khusus bwt peserta tutorial deng. So...tempatnya terbatas. Balai Pertemuan UPI cuma bisa nampung sekitar 1500 orang en peserta kita pun emang segitu. Do'akan ya..moga semua lancar en diridhoi Allah. Aamiin
Bravo pemuda Muslim cerdas!!!!
Tuesday, November 30, 2004
si Forrest Gump
Bismillah.... Assalamu'alikum... At last....akhirnya saya bisa bernafas lega karena proposal yg lama dinanti beres juga. Sbenernya saya suka bingung, saya ni niat ngga seh nyelesein skripsi? Dan saya memang niat...Insya4JJl. Makanya ntu proposal bisa beres, niwei...saya butuh doa kamu semua nih spy saya semangat terus, ya..ya...plissss? Hidup skripsi (?) *garuk-garuk kepala yg ngga gatel* Saya baru aja nonton Forrest Gump *hayooo, ketauan neh suka nonton.. :D* (Yup..tulisan ni dibuat malem2. En skrg kayaknya dah mau pergantian tanggal tuh.) Duluuu banged, pas pertama muncul Forrest Gump, katanya film ini bagus. Keren abiz kata anak muda zaman ayuena mah. Pan dapet Academy Award ama Golden Globe. However, berhubung zaman itu saya masih tinggal di desa, ke sekolah (SMP apa SMA, ya?) pun masih jalan kaki plus ngga ada bioskop (kesian amat, yak?) jadi saya harus mengubur hidup2 keinginan nonton ntu pelem. Fortunately, di kost-an ada tipi, jadi pas ada iklan pelem yg terkenal dgn "Life is like a box of chocolate"-nya, saya niatin benged spy bisa nonton. Apalagi Metro TV janjiin ngga bakal ada iklan yg ganggu--tapi Headline News-nya iya. Well..well..well...bisa aja, yak mereka tu bikin cerita. Semangat si Forest yg ngga ada matinye bener2 bikin saya malu *nunduk dalam-dalam* Tapi...sebagus2nya pelem Barat..teuteup...ada hal2 yg ga pantes diliat. Saya jadi nunduk lebih dalam deh ^_^ Selama ni pelem muter, saya sempet nulis beberapa kalimat yg bagus. Dan ini bisa jadi inspirasi bwt saya pribadi. "Life is like a box of chocolate. You never know what you're gonna get." Ini omongan si ibu ke Forrest kecil. Kali maksudnya bahwa kita tuh hrs terus berusaha untuk nemuin takdir kita. Kita pan yakin banged, yak klo 4JJl dah nentuin our destiny, tapi Dia juga mewajibkan kita spy berikhtiar. Nah...saat kita ngambil coklat dari wadahnya, kita pan ngga tau rasa apa yg bakal didapat (yg pasti rasa coklat *_^) Begitu juga ma hidup ni. Ikhtiar yg kita lakukan diibaratkan dgn ngambil coklat dari wadahnya dan kita ngga tau takdir apa yg menyambut kita sampai 4JJl memberikannya bwt kita. Caiyo...c'mon find your destiny. "You have to do the best what God gave you." Ini masih omongan ibunya Forrest. Scene-nya lupa tapi ini emang bener. 4JJl dah ngasih kita nikmat yg ngga terhingga. "Maka nikmat 4JJl mana lagi yang kamu dustakan?" So...do the best for your life. Tapi...jangan lupa ye..niat tuk raih ridho-Nya!!" "You have to put the past behind you before you can move on." Ini juga teuteup..masih kata2 ibunya. Whoaa..senangnya having a mother like her (dengan tidak mengurangi rasa hormat dan sayang saya bwt my only mother lho!) Maksud yg bisa saya pahami dari kalimat itu adalah bahwa kalo kita mau maju, kita jgn terpaku sama masa lalu. Kalo dulu kita ngga rajin...yo wiss..itu kan dulu (bener niih? LOL) Kalo dulu kita suka diledekin..ya skrg toh masih bisa nafas, ya kan? Ngga ada guna menyesali diri, hidup itu kan menjalani masa depan. Masa lalu harusnya bisa jadi pelajaran, bukan bwt disesali. Saya jadi teringat salah seorang dosen saya. The point of her lesson is that literature (in any form) can change society's values. Dulu, yg disebut cantik itu mungkin yg item maniz (kaya saya...ups, bohong banged ^_^) Soale kulit org Indonesia emang warnanya gitu. Tapi setelah kita dibombardir (ngga kerasa, yak klo dibombarir?) sama iklan2 pemutih..maka paradigma masyarakat pun berubah. Yang namanya cantik itu harus berkulit putih. Nah lho. Terus klo emang dari sononya item? Ya..paling jadi korban iklan (hayo..ada yg ngerasa ngga?) Atau...gimana menurut kamu org2 yg punya mental disabled (baca: yg punya IQ di bawah normal)? Pasti ngga jauh2 dari sosok Cecep or si Yoyo, iya kan? Itulah, film benar2 bisa mengubah cara pandang--bahkan nilai2 yg ada di masyarakat. Saya punya impian. Suatu saat, jajaran 21 bakal dipenuhi film berkualitas yg bisa memengaruhi masyarakat menjadi komunitas yg lebih baik lagi. Lebih peduli sesama, lebih mengorbankan kepentingan sendiri bwt org laen, dan lebih banyak berbuat baik lagi. Bukan film seperti AADC, EIiL, atau BCG atau Virgin yg banyak ditonton setelah film Indonesia menemukan nafasnya kembali. Bukan..dan saya berharap saya mempunyai kontribusi dalam syiar Islam lewat hal ini. Aamiin... PS: heran deh, masih ada aja org yg membela diri bahwa sebagian dari film2 yg saya sebutkan itu punya muatan pendidikan seks. Plis deh gitoo lho...ngaca dunks!
Monday, November 22, 2004
T@qoBbalall@hu Minna Waminkum
Bismillah.....Assalamu'alikum....
Akhirnya setelah lama, saya dah bisa ol lagih. Rindu rasanya berbagi rasa dgn semuanya. Entahlah...mungkin yang saya tulis pada tiap posting-an saya bukanlah a big thing, it's only something that you may not read at all. Tapi semua begitu berarti ketika kita saling berbagi. Terutama bwt saya yg termasuk tipe yg terpengaruh secara besar oleh motivasi ekstrinsik. Posting-an yg saya baca bisa benar2 merubah cara pandang, sama seperti ketika baca tulisan lain yg nggak hanya bisa saya liat lewat blog.
Lama-nggak-posting bukannya apa2, tapi pas Idul Fitri kmrn saya pulang kampung. Maklum, namanya di kampung susah juga nemuin warnet. Alhamdulillah skrg dah balik lagi ke habitatnya ;) Walaupun mungkin agak2 basi tapi mendoakan toh nggak terbatas waktu, iya nggak pren?
Selamat Idul Fitri 1425 H
Taqobbalallahu Minna Waminkum
Semoga 4JJI SWT menerima semua amal ibadah kita. "Jangan lupa Roel, kebaikan yg sudah ditanam saat Ramadhan jgn ditinggalin en keburukan yg sudah diusahakan untuk dihindari saat Ramadhan jgn lagi diniatkan untuk dilakukan. " Jadi inget pesen mama..ups salah ;) jadi inget pesen Kepsek waktu tadi pagi (idih..emang Roel masih sekolah??) Beliau bilang ttg empat kiat spy silaturahmi yg kita jalin bisa lancar. Khan biasanya abis Lebaran suka pada silaturahmi, yak? Ada 2 inget dan 2 lupa.- Inget kebaikan orang lain pada kita
- Lupa keburukan/kejahatan orang lain pada kita
- Inget keburukan/kejahatan kita pada orang lain
- Lupa kebaikan kita pada orang lain
Insya4JJI klo kita semua bisa praktekin itu, kayaknya damaaaaaii banged deh dunia ini
Saturday, November 06, 2004
semangat baru
bukan maksud hati mencuri ide segar ArRuhul Jadid ^_^ tapi, saya bener2 dapet semangat baru setelah mengikuti i'tikaf di Habiburrahman. Memang, jeleknya saya tuh kek gini. Masa bwt dapet semngat aja musti jauh2 en nunggu2 Ramadhan? Heuheuheu :D ...niwei... Seneng banged se-kost-an bisa ngumpul bareng di sana. En semua juga ngerasain ada semangat baru yang muncul menyesakkan dada seakan ingin segera keluar menatap ramainya dunia (naon atuh lah...)
Alhamdulillah, tahun ini bisa pulang kampung telat, lho koq? Iya..soale kalo ngga telat ya..saya ngga dapet kesempatan bwt i'tikaf di Habib. Pengennya seh sepuluh hari penuh, kaya sodara yg di Jakarta. Dua taun lalu saya dpt kabar dia i'tikaf di Al-Hikmah. O..iya..jadi inget, moga2 teh rieska bisa dapet tempat i'tikaf walaupun ada di negeri yg cuek masalah agama. Teh, alhamdulillah Ust. Abdul Aziz bisa dtg ke Bandung walau baru hari ke-3. Mendengar lantunan ayat2 saat sholat benar2 menyejukkan hati. Subhanallah...beliau seakan tinggal nge-klik dan muncul ayat2 dalam sekejap bagai display yg siap pakai. Pasti butuh penjagaan yg sangat kuat, ya? Iyalah...Ada teteh yg bilang bahwa mengahafal AlQuran itu bukan pekerjaan otak, tapi pekerjaan hati. So..ngga butuh org yg jenius2 banged spy bisa jadi hafidz. Buktinya, banyak anak2 muslim yg bisa hafal (untuk mereka yg ortunya mendukung) Selau ada kata pokoknya kalau saya baru dapet inspiransi. Pokoknya...mulai saat ini saya...pokoknya...mulai detik ini saya... However, lom pernah saya ngerasa puas dgn pencapaian hasilnya. Karena memang tidak bisa dikatakan berhasil. Pun saat ini, saya punya satu lagi "pokoknya". POKOKNYA saya harus......
Thursday, November 04, 2004
tinggal sepuluh hari lagi....
Bismillah...
Assalamu'alaikum semuanya!
Senangnya hari ini masih bisa menikmati jamuan 4JJI di bulan mulia. Setelah dapet dispen, alhamdulillah di sepuluh hari terakhir saya masih bisa shaum. Awalnya perasaan rindu sempat menggelegak di hati *duh..bahasanya itu lho ;p* tapi sampai sekarang ternyata saya belon juga pulang. Entah kenapa...yang pasti 4JJI benar2 berkuasa atas diri qta. Lagian, klo saya pulang hari gini...mana bisa punya kesempetan bwt i'tikaf?
At least, I will spend a day for i'tikaf. It's a must. Taon lalu? Sayangnya saya ngga dpt kesempatan itu. Jadi tambah semangat setelah teh rieska yg kul di Jepang aja nyari2 info ttg i'tikaf, lha saya? Masa mo ngelempar kesempetan yg ada? Di Habib lagi? Ma Ust. Abdul Azaz lagi...Rencananya malem ini mo ke Habib, do'ain ya biar sehat. Lagi agak2 flu neh, hidung meler mulu Hihihi.. :)
Tuesday, November 02, 2004
MERAH
Merah adalah berani. Itulah yang ®oel dapatkan selagi ®oel kecil tentang arti merah. Bendera negeriku merah putih melambangkan keberanian dan kesucian. Merah berarti juga marah. Karena apabila ada orang yang marah kecenderungannya adalah wajahnya yang merah. Tapi wajah yang merah juga mengindikasikan kalau dia itu malu. Pulpen yang dipake ®oel ini juga bertinta merah. Entah kenapa ®oel ingin menulis merah. Merah darah. Geram hati ®oel melihat merahnya darah di negeri-negeri yang tercabik-cabik hak kemanusiannya. ®oel gak berani untuk menuliskan tentang tanah yang merah oleh darah. Semoga Allah selalu menjaga para mujahid yang merelakan merahnya darah mereka untuk izzah-nya Islam. Bantal ®oel ada warna merahnya. Walaupun kecil dibanding yang lainnya, warna merah ini termasuk yang selalu terperhatikan. Apakah karena merah itu warna yang mencolok? Entahlah, merah…merah…Tapi bukan berarti merah yang sama ketika ®oel bilang Antok me-merah susu. Itu mah berasal dari sapi yang tidak mungkin berwarna merah. Hei…tempat pensil ®oel juga berwarna merah. Apalagi ya tentang merah ini? Rok merah. ®oel pernah memakainya selama enam tahun yang menyenangkan di sekolah yang tidak berpagar merah. Rok merah ini membawa kenangan di awal masa sekolah. Kemanakah gerangan rok merah itu? Kertas ini belum penuh oleh warna merah. Tapi tak ingin ada merahnya darah di sini. Entah kenapa belakangan ini ®oel seneng ngumpulin buku kuliahan bersampulkan merah. Laut merah. Ingin rasanya mengunjungi Laut Merah. Apakah air lautnya berwarna merah? Atau merahnya tanaman laut? Mata ®oel akhirnya merah juga, sepertinya. Tandanya ®oel sudah mengantuk memang mata yang merah. Lagipula kertas ini sudah penuh oleh warna merah, hamper deng. Tinggal beberapa kalimat lagi hingga penuhlah kertas ini oleh warna MERAH!!! Ini nulis apa…lagi? Ternyata, ini tulisan hasil brainstorming dulu. Pernah saya baca bahwa untuk ngelatih kemampuan nulis kita bisa pake beberapa cara. Ada freewriting, kita nulis terus menerus, nggak berhenti selama beberapa waktu (ditentukan kita sendiri). Pokoknya jangan berhenti, bahkan kalo kamu nggak ada ide mau nulis apa, tuliskan aja duh..mau nulis apa, ya?. Cara kedua yaitu journal. Blogging juga salah satu cara kita punya jurnal. Iya kan? Ngerasa nggak sebenernya pas kita posting kita tuh lagi ngelatih kemampuan nulis kita (saya mo bikin skripsi ttg ini, mohon bantuannya *sambil membungkuk ala org Jepun*) Terus cara yg ketiga, ya…brainstorming. Kita ambil satu kata, terus nulis ttg kata itu selama beberapa waktu. Tulisan di atas itu hasil brainstorming pas tanggal Nov, 18 2002. Dah lama juga, yak?
waiting for the prince
PANGERAN Cerita seru ttg menunggu sang pangeran. Selamat bwt teteh yg dah ketemu ma pangerannya. Kalo saya? Wuih..saya seh masih nunggu neh :) Saya juga berharap, semoga si pangeran yang 4JJI pasangkan sama saya nggak kecewa sama apa yang saya miliki. Satu yang pasti, kita sebaiknya terus memperbaiki diri karena janji 4JJI memang pasti. "Laki-laki yang baik untuk wanita2 yang baik. Wanita2 yang baik untuk laki2 yang baik. Laki2 yang buruk untuk wanita yang buruk. Wanita yang buruk untuk laki2 yang buruk." *Lupa neh nama suratnya :(* Gamblang banged, kan? Ampe diulang supaya jelas bahwa emang laki2 yg baik untuk wanita yg baik, vice versa. Di kost sempet beredar isu ttg hal ini pula. Kita bertanya2 kira2 si pangeran kita ini nerima kita apa adanya nggak ya? Temen bilang, "Saya dong dah nulis surat buat Abi" (panggilan bwt si pangeran, padahal seh Abi itu kan artinya bapak *_@) Terus ditimpali, "Saya juga malah nulis diary bwt Abi." Duh...kalo dah ngomongin hal begini suka pada error semua. Kali emang masanya, ya? Apa coba... Hanya saja, pembicaraan itu jadi bikin saya mikir *jail: baguslah* Ternyata, emang keyakinan bahwa 4JJI telah menciptakan seseorang untuk kita *baca: jodoh* membuat kita nggak ngerasa takut untuk nggak pacaran *selaen emang juga haram* Iyalah...ngapain pacaran padahal kita nggak tau apa emang si doi yg 4JJI pasangkan bwt kita? Kalo bukan? Nah, ini yg bikin banyak org jadi mantannya si anu...bekas pacarnya si ini...dsb. Pemikiran lain yg juga muncul adalah....bahwa saya harus selalu dalam keadaan siap. *deuu..* Dalam artian, saya hrs dalam kondisi fit and fresh dunks. Kita kan nggak tau kapan datangnya si pangeran itu (sama kayak kematian) jadi kalo kita ingin dpt pangeran yg baik, otomatis kita hrs baik, kan? Justru krn kita nggak tau kapan si pangeran datang, makanya kita hrs selalu dlm keadaan siap. Ingat....yg baik untuk yg baik!
seribu bulan
assalamu'alaikum.....pa kabar smuanya? baik kan? apalagi sekarang ampir mendekati paruh ketiga di bulan mulia ini. So...tetep semangat, yak? Caiyyo Saya sempet buka2 arsip lama [kayak kantor aja ;p], terus saya liat ada tulisan ttg Ramadhan yg dibikin taun 2001. Membacanya bikin saya jadi agak2 kaget, ternyata tulisan saya laik dibaca juga, yak? Terserah klo kata kamu itu biasa aja, mungkin emang standar kualitas tulisan saya baru nyampe segitu. Heuheuheu Telah datang bulan mulia dimana untuk pertama kalinya AlQuran diturunkan. Ramadhan datang kembali, menyapa hangat kerinduan yang tertahan selama sebelas bulan terakhir. Siapkah kita menyambutnya? Sungguh...Ramadhan adalah bulan dimana 4JJI membuatnya istimewa. Setiap amal sholeh yang kita lakukan akan diberi pahala dengan berlipat ganda. Dimana amalan ibadah sunnah disetarakan pahalanya dengan amalan ibadah wajib di bulan lain. Bagaimana pula pahala amalan ibadah wajib di bulan suci ini? Maka sudah sepantasnya kita menyiapkan diri menghadapi Ramadhan ini. Bahkan sahabat Ali ra saja menyiapkan tiga atau enam bulan sebelumnya *belakangan saya ketahui bahwa ternyata Rasul juga melakukan persiapan itu* Apalagi kita yang kualitas keimanannya masih di bawah mereka, para sahabat, generasi utama binaan Rasulullah. Ramadhan juga adalah bulan ujian. Latihannya telah kita lakukan pada bulan2 lainnya. Maka sudah waktunyalah bagi kita untuk memaksimalkan ibadah dan meminimalisir maksiat. Kita sadar, sebagai manusia tentu tak luput dari khilaf. Tapi bagaimana caranya agar kita, usaha yang kita lakukan, dapat mengurangi jatah bisikan setan yang biasa kita ikuti dgn sadar atau pun tidak. Hanya kepada 4JJI sajalah tempat berlindung. Jika saja orang2 mengetahui rahasia keutamaan Ramadhan niscaya mereka mengharapkan untuk shaum sepanjang tahun *ada hadist yg menerangkan bahwa umat muslim pasti akan mengharapkan Ramadhan sepanjang tahun jika mengetahui kemuliaannya* Bulan ini adalah saat dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka. *ini juga hadist diriwayatkan oleh Muslim* Setelah membaca tulisan ini, saya jadi lebih semangat lagi untuk menjadikan Ramadhan taun ini menjadi Ramadhan yang paling berkesan. Secara ruhaniyah dan fikriyah juga tentu.
Friday, October 29, 2004
janji Allah adalah surga
Pernah ngebayangin surga itu kaya gimana? Sebenernya bnyk sekali ayat yg menggambarkan keadaan surga (walau cuma pendekatan aja) Yang pasti, menurut sabda Rasul, surga itu tempat yg ga pernah diliat manusia, dirasakan, dan atau dibayangkan. So...kalo qta bayangin hidup mewah dan dapet rumah 1 milyar (abis ikut Penghuni Terakhir) kalo di surga mah...lebih dari itu. Lebiiiiihhh pisan. Manusia ga lepas dari yg namanya sifat ingin mendapat imbalan. Disuruh sholat kalo ga diiming2in surga mungkin agak hare2 (baca:malez) kali. Kalo ga dikasih tau bakal dapet pahala, mungkin qta agak2 susah disuruh shaum. Nah...ternyata dgn mengingat janji Allah (i.e:surga) qta bisa jalanin hidup dgn tersenyum, seberat apa pun perjuangan ini (ngutip kata ustadz). Innallaha laa yukhliful mii'aad, sesungguhnya Allah tdk pernah menyalahi janji. Allah berfirman bahwa shaum tujuan akhirnya adalah taqwa, dan InsyaAllah, kalo qta jalanin shaum dgn bener qta pasri dpt taqwa itu (keliatan di 11 bulan ke depan). Belom pernah denger ada org meninggal gara2 shaum, kan? :D Jadi...ayo deh qta bnyk2 baca, apalagi juz 29 en 30 kata ustadz isinya banyak menceritakan akhirat. Bisa tuh dijadikan bahan rujukan, sehingga keyakinan qta akan janji Allah semakin kuat dan perjuangan qta dlm hidup ini juga bisa semakin semangat. Rasulullah aja berjuang, padahal beliau dah dikasih jatah surga sama Allah, masa qta yg belom pasti dpt apa ngga malah bersantai2 aja seh? Berjuang bisa dgn apa aja. Kuliah juga berjuang...apalagi kalo kita menyebarkan nilai2 Islam seseuai dgn kemampuan qta, wuihhh ngga kehitung deh pahala yg bakal qta dpt. Buat para pejuang Islam...semangatlah...Surga menantimu
Subscribe to:
Posts (Atom)